kamu tahu tidak, sejak pertama kali aku mengenalmu;
terbersit rasa yang sudah lama aku lupakan,
rasa yang jujur dari dalam hatiku tentang kamu; aku suka kamu.
mungkin di awal pertemuan, rasa suka hanya sebatas teman biasa,
teman bicara dan bertukar pikiran saja.
tapi seiring dengan waktu yang bergulir dalam kebersamaan kita,
semua berubah; rasa suka bertambah menjadi rasa sayang,
dan kemudian bertumbuh menjadi rasa ingin memilikimu.
...
waktu terus bergulir, dan kita sudah bersama tanpa terasa; selama ini.
tanpa mengingat bagaimana semuanya berawal,
tanpa mengingat apa yang sudah kita alami bersama.
May 03, 2007
May 01, 2007
birthday
rumpun bambu ini tidak sama lagi seperti dulu
saat pertama kali aku temukan, duduk dan bersandar di bawahnya
saat pertama kali angin menerpa wajahku dan berbisik di telinga
ada kalanya aku melupakan tempat ini, dan jauh darinya
melupakan bagaimana tempat ini menjadi tempat berteduh
tempat di mana aku merasa aman dan nyaman dalam kesendirian
dan membiarkan pikiranku menerawang jauh bersama angin
semua sudah berubah, banyak bambu yang mengkayu dan lapuk
banyak ranting patah dan tanahpun tertutup dengan daun-daun kering
seiring bergulirnya waktu dan bergantinya musim
saat pertama kali aku temukan, duduk dan bersandar di bawahnya
saat pertama kali angin menerpa wajahku dan berbisik di telinga
ada kalanya aku melupakan tempat ini, dan jauh darinya
melupakan bagaimana tempat ini menjadi tempat berteduh
tempat di mana aku merasa aman dan nyaman dalam kesendirian
dan membiarkan pikiranku menerawang jauh bersama angin
semua sudah berubah, banyak bambu yang mengkayu dan lapuk
banyak ranting patah dan tanahpun tertutup dengan daun-daun kering
seiring bergulirnya waktu dan bergantinya musim
April 27, 2007
first of may
sebentar lagi bulan Mei, begitulah putaran waktu
dari utara, angin musim semi segera berlalu
datang dan pergi, menjanjikan kehangatan kalbu
bunga-bunga mekar berganti, meninggalkan bibit baru
serangga bernyanyi, keluar dari buah yang layu
sebuah aktualisasi kehidupan yang semu
dari utara, angin musim semi segera berlalu
datang dan pergi, menjanjikan kehangatan kalbu
bunga-bunga mekar berganti, meninggalkan bibit baru
serangga bernyanyi, keluar dari buah yang layu
sebuah aktualisasi kehidupan yang semu
March 16, 2007
metafora
kutelusuri tepian berpasir basah, tapak demi tapak dengan lesu;
dengan mata kupandang jauh ke sana, membentang air dalam samudra.
dalam asa ingin kuukur dalamnya; dalam angan ingin kujangkau dasarnya,
namun langkahku membentur pagar, membatasi diri dari asaku; membagiku menjadi dua.
aku baru saja lelah, lelah berlari dalam pengharapan;
semoga aku temukan ujung pagar ini dan aku bisa menapak lautan, tapi tidak kutemukan...
pagar ini membentang jauh dan tiada berujung, dan aku masih ingin menapak lautan!!!...
sebuah metafora tentang cinta: tidak ada cinta tanpa batas, cinta sedalam lautan hanya angan.
dengan mata kupandang jauh ke sana, membentang air dalam samudra.
dalam asa ingin kuukur dalamnya; dalam angan ingin kujangkau dasarnya,
namun langkahku membentur pagar, membatasi diri dari asaku; membagiku menjadi dua.
aku baru saja lelah, lelah berlari dalam pengharapan;
semoga aku temukan ujung pagar ini dan aku bisa menapak lautan, tapi tidak kutemukan...
pagar ini membentang jauh dan tiada berujung, dan aku masih ingin menapak lautan!!!...
sebuah metafora tentang cinta: tidak ada cinta tanpa batas, cinta sedalam lautan hanya angan.
March 15, 2007
sisi lain
aku berjalan kembali ke sebuah tempat di mana semuanya berawal... ke tempat di mana aku bisa duduk berdiam dan mendengarkan cerita-cerita sang angin...
sketsa diri, adalah kisah lain dari rumpun bambu ini.
sketsa diri, adalah kisah lain dari rumpun bambu ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)
