rumpun bambu ini tidak sama lagi seperti dulu
saat pertama kali aku temukan, duduk dan bersandar di bawahnya
saat pertama kali angin menerpa wajahku dan berbisik di telinga
ada kalanya aku melupakan tempat ini, dan jauh darinya
melupakan bagaimana tempat ini menjadi tempat berteduh
tempat di mana aku merasa aman dan nyaman dalam kesendirian
dan membiarkan pikiranku menerawang jauh bersama angin
semua sudah berubah, banyak bambu yang mengkayu dan lapuk
banyak ranting patah dan tanahpun tertutup dengan daun-daun kering
seiring bergulirnya waktu dan bergantinya musim
aku terduduk di sini, diam dan membuka kembali tulisan-tulisan
mengenang dan mengingat kembali kisah-kisah tentang hidup dan kita
semoga, dalam doa yang aku panjatkan, rumpun bambu akan tetap ada
dan tumbuh silih berganti seiring dengan umur yang bertambah
selamat ulang tahun Rumpun Bambu-ku...
hati yang takut patah, tidak akan pernah belajar tentang kasih
mimpi yang tidak berakhir, tidak akan pernah punya kesempatan jadi nyata
orang yang tidak ingin dimiliki, takkan pernah mengerti arti memberi
dan jiwa yang takut akan kematian juga tidak akan pernah belajar tentang hidup
(lirik diterjemahkan secara bebas dari lagu The Rose oleh Amanda McBroom)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment