March 23, 2005

dialog sebuah hati

.......
aku: "aku sayang dia dan aku takut kehilangan dia..."
aku: "ya. kamu harus mengerti, kalau hubungan kalian tidak direstui"
aku: "tapi aku sayang, sayang sekali sama dia, aku cinta dia"
aku: "apa kamu mengerti batasan-batasan dalam hubungan kalian?"
aku: "aku mengerti kalau kami tidak mungkin menjadi satu dalam ikatan cinta ini"
aku: "kamu ingat apa yang kamu katakan saat kamu memutuskan untuk mencintai dia?"
aku: "aku pernah bertanya kepada dia, apa saja yang dia harapkan dari aku"
aku: "dan kamu ingat apa jawabnya?"
aku: "ingat. dia bilang semuanya terserah aku, mau ke arah mana hubungan kami ini"
aku: "jadi apa keputusan kamu waktu dia berkata itu?"
aku: "aku berharap bisa membawa hubungan kami ke arah yang benar bukan saja baik"
aku: "nah, sekarang kamu lihat apa yang kamu perbuat"
aku: ...
aku: "jadi apakah dia salah jika dia tidak lagi bersama kamu kelak?"
aku: "tidak, dia tidak salah. aku yang salah. aku yang merusak segalanya"
aku: ...
aku: "sekarang aku merasa sendiri, sepi, merasakan kembali kehilangan seseorang yang aku sayangi, aku cintai"
aku: ...
aku: "mengapa kamu diam saja?"
aku: "aku diam agar kamu melihat kembali jauh ke dalam hatimu, lihat dan cari jawaban kamu di sana"
aku: "aku galau dan hatiku kacau. bagaimana aku bisa mencari dan menemukan jawabannya?"
aku: "itu karena kamu lupa siapa diri kamu, kamu lupa bahwa kamu bukanlah siapa-siapa!"
aku: ...
aku: "kamu hanya butir debu dalam onggokan abu arang, yang bisa dihempas oleh angin dan hilang selamanya"
aku: ...
aku: "kamu ingat siapa yang memberi kamu makan, yang memberi kamu pakaian, siapa yang memuliakan kamu?!"
aku: ...
aku: "kamu egois, hanya ingat akan kepentingan kamu sendiri saja, melupakan perasaan lain yang ada!"
aku: ...
aku: ...
aku: "tapi bolehkah aku mencintai dia satu dan untuk selamanya?"
aku: "itu adalah keputusan kamu sendiri"
aku: "bukankah aku menjadi pembohong dengan berkata aku cinta dia?"
aku: "ha.ha.ha.ha. kamu bukan pembohong, kamu memang cinta dia. tapi kamu menipu aku"
aku: "aku menipu kamu?"
aku: "kamu bisa mencintai dia di satu sisi, tapi di sisi lain kamu menipu diri kamu sendiri dengan bayangan semu"
aku: "mengapa begitu?"
aku: "kamu bersembunyi dalam kepalsuan, dalam kesemuan cinta antara kamu dan dia. ingatlah kalau cinta ini tidak bisa membawa kebahagiaan yang nyata"
aku: "tapi ..."
aku: "itu karena kamu lupa siapa diri kamu, kamu lupa ..."

aku terbangun dari lamunanku, ternyata waktu hampir menjelang tengah malam, pukul 23:50. aku lupa hari apa waktu itu... (terinspirasi dari lagu berjudul Hello dari Evanescence, album Fallen)

No comments: