June 11, 2005

...fate or tale?

sambungan dari a foretelling...
saat pertama kali membaca 'ramalan' ini, aku terkejut dengan banyaknya persamaan dengan apa yg aku rasakan dan jalani sekarang. meskipun tidak 100% sama tapi aku tahu kamu juga bisa 'membaca' bagaimana aku selama ini. aku sendiri tidak mengerti, apakah ini benar-benar sebuah 'ramalan' belaka atau ini memang sudah 'takdir'ku?...

selama ini seperti yang sering kita bahas, aku tidak bisa menerima 'takdir' begitu saja. karena pada dasarnya aku hanya percaya pada konsekuensi dari pilihan yang aku ambil atau keputusan yang aku buat. aku hanya tahu kalau segala sesuatu perlu diperjuangkan, tidak ada yang datang begitu saja buatku. aku tahu akan adanya 'berkat' dari Tuhan dalam keseharianku. bagaimana dengan apa yang aku alami selama ini? apa ini karena pekerjaan Tuhan dalam 'nasib' atau konsekuensi yang harus aku jalani karena suatu keputusan di masa lalu?

'nasib' aku dan kamu terwujud karena Tuhan menghendaki atau karena kita putuskan sendiri?...
selama ini aku tidak bisa menerima kalau aku harus bernasib seperti yang kamu katakan. dulu mungkin aku pernah berpikir begitu, tapi itu tidak bertahan lama, karena segala sesuatu yang mengganggu perasaanku tidak bisa aku biarkan sampai 'nasib' mengubahnya. aku yang harus bekerja dan memperbaikinya. saat ini, aku hanya ingin meyakinkan kamu bahwa kita harus berusaha, bukan hanya diam saja. dalam perasaanku terhadapmu, aku harus berusaha mempertahankannya, merawat dan menjaganya dan aku tidak akan biarkan 'nasib'ku merusaknya lagi. karena kalau memang 'nasib' itu ada, apa aku harus menjadi orang seperti yang di'ramal'kan tersebut? apa aku hanya bisa berdiam dan menelan ludah, karena 'nasib'ku selalu akan mendapat rasa kasihan, bukan cinta; bahkan aku tidak akan bisa bersaing dalam merebut hatimu (karena aku inferior, dan kamu superior); dan apa sudah menjadi 'takdir' bahwa aku tidak akan menemukan seorang yang tepat dalam hidupku (kalau itu bukan kamu?) selamanya? apa aku harus menerima 'kenyataan' bahwa aku ini akan selalu menjadi yang tidak punya apa-apa bahkan untuk mempertahankan perasaanku satu-satunya aku pun tidak bisa?

yah... mungkin benar 'ramalan' tersebut, aku 9 yang negatif, yang selalu menentang arus realitas (karena aku ngga realistis bagi kamu, karena aku hanya bermimpi saja...) bahkan aku selalu menentang apa yang kamu 'pegang' selama ini...

aku lelah... aku sudah lelah... aku sudah tidak muda lagi untuk selalu mengulang segala sesuatunya dari awal lagi. untuk kembali ke titik awal setelah aku berjalan cukup jauh... aku lelah... mungkin aku akan selalu berjuang dan menentang dunia ini, dengan segala beban dan luka yang harus aku bawa berjalan... entah sampai kapan aku bisa bertahan...

maafkan aku kalau aku gagal... gagal dalam mencintaimu seperti apa yang kamu harapkan...

No comments: