May 31, 2005

bahagia - tanpa syarat

seseorang pernah berkata kepadaku, kita jalani saja apa adanya hidup ini.
apapun yang terjadi di hari esok ya biarlah terjadi, kita cuma manusia.
manusia yang percaya bahwa takdir Tuhan itu ada.
mungkin Tuhan sudah menggariskan apa yang harus kita jalani sekarang.
kalau memang ada perpisahan ya berarti kebersamaan kita hanya sampai sebatas itu.

kamu bilang tidak adil buatku, dalam kebersamaan tapi tidak berbagi mimpi yang sama.
aku berharap hari esok seperti ini, sedangkan hari esok buat kamu bukanlah itu.
mimpiku berbeda dari mimpimu, dalam asa juga beda. mengapa kita harus berbeda?
bukankah kita hidup dengan begitu banyak pilihan?
kenapa tidak kita pilih jalan bersama? bukankah itu membuat kita bahagia?

dalam hidup kita, masing-masing diri memang punya tanggung jawab.
dan pasti berbeda karena kita memang berbeda. aku sulung dan kamu bungsu.
aku juga mendapatkan tuntutan yang sama dengan kamu.
jangan bilang aku tidak mengerti karena aku ini juga seorang anak dari ayah dan ibuku.
aku, si sulung yang malang, hanya bisa meratapi keberadaanku kini.

perjalananku melelahkan. dulu aku pernah meminta pada Tuhan agar diberi jalan.
jalan itu sudah terbentang. aku pernah menjalaninya dan aku bahagia.
tapi mungkin itu bukan kebahagiaan yang aku cari selama itu.
seperti seorang teman yang pernah berkata, dia bahagia tapi bukan yang terbahagia.
bolehkah aku menjadi yang terbahagia?

aku tinggalkan kebahagiaan yang ada demi menjadi yang terbahagia.
tapi yang kudapat adalah salah dan sesal. tapi rasanya sudah terlambat.
aku sudah memutuskan untuk tetap menjadi yang terbahagia, walau tidak mungkin.
karena pilihanku adalah menyayangi kamu selama sisa waktuku di dunia.
kalau memang harus berpisah, aku akan tetap bahagia.

No comments: