July 09, 2005

langitku

aku terbangun karena bale tempat tidurku berguncang, aku sudah terbiasa.
pagi sudah menjelang, matahari belum muncul dari peraduannya.
bunyi KRL yang menderu-deru selalu membangkunkanku pada jam yang sama.
memang tak jauh dari petakan tempat aku tinggal, ada stasiun kereta singgahan.
setelah antri dan mandi di MCK tempat aku dan teman-teman biasa berbagi,
kami pun bermain-main di depan petakan rumah kami, tapi langit begitu teduh.

stasiun yang di sana sudah ramai dengan keriuhan penumpang yang campur baur.
hari sudah bergulir, matahari kan sudah terbit dari sejak kami mandi tadi.
aku menengadah ke belakangku, mencoba menatap langit dari tempatku berpijak.
ternyata yang kulihat bukan langit, tapi gedung tinggi yang menjulang,
walau jauh, tapi tinggi dan sinar matahari pagiku terhalang olehnya,
tempat tinggal mahal bagi orang-orang yang katanya lebih kaya dari keluargaku.

aku pun kembali bermain dengan teman-temanku, bermain kelereng yang aku suka.
kami bermain dengan gembira, tapi tidak terasa langitku menjadi panas terik.
oh, matahari sudah naik ke tempat yang lebih tinggi dari pagi tadi.
dan sekarang gedung tinggi itu sudah tidak menutupi lagi sinar mataharinya.
mataku perih saat memandang ke sana, dan kami berpindah ke tempat yang masih teduh.

* gambaran kehidupan salah satu sisi kota yang aku lalui setiap hari pp rumah-kantor.

No comments: