July 29, 2005

our world...

i hear a baby crying.. a sad sound, a lonely sound..
i want to take her in my arms and then i’ll dry away all her tears
i see a boy who’s frightened, a young boy with cold eyes
i long to say you’re welcome here, you can be happy now that you’re home

       we’re all a part of one world, we all can share the same dream
       and if you just reach out to me then you will find deep down inside
       i’m just like you..

loud voices raised in anger, speak harsh words, such cruel words
why do they speak so selfishly when we have got so much we can share

so let your heart be open and reach out with all your love
there are no strangers now, they are our brothers now and we are one


seorang anak kecil laki-laki, dengan pakaian yang agak kumal, di siang hari yang cukup terik, dengan bekal sebuah kantung bekas permen, mungkin pengamen cilik, menghampiriku saat sedang memesan makan siang bungkus. seperti kebanyakan anak kecil peminta-minta, dia minta uang dengan alasan belum makan. aku bilang maaf, karena memang aku jarang sekali memberi kepada peminta-minta. terkadang, kesal kalau membayangkan uang itu mereka setor lagi kepada 'boss' mereka. akupun bilang "maaf ya dik, maaf..." dengan harapan, dia juga ngga akan mengganggu aku lagi. tapi anak kecil itu masih bersikeras, berdiri di sampingku sambil terkadang menarik-narik lengan baju. setelah pesananku selesai, aku segera berlalu dari rumah makan menuju ke kantor yang memang hanya selisih beberapa meter saja. tapi satu hal yang tidak aku duga, anak kecil itu masih mengikutiku dari belakang dan kemudian di sampingku. masih memelas dan meminta uang. sambil berjalan dan tidak terlalu memperhatikan dia, aku bilang maaf berulang kali. sampai akhirnya, aku kesal sendiri dengan sikapnya yang aku anggap kurang ajar. akupun menghentikan langkahku, dan berpaling kepada anak kecil itu dan kali ini aku bertatapan mata dengannya. uh.. matanya.. matanya tidak memancarkan cahaya semangat hidup, matanya begitu dalam tapi dingin.. dalam tapi hampa.. matanya penuh rasa benci tapi aku tidak tahu, kebencian pada apa. sebelum itu aku sudah merogoh sakuku dan sudah aku berikan selembar uang seribuan. setelah itu diapun berlalu begitu saja. aku menyesal. aku lupa. kenapa tidak aku belikan saja sebungkus nasi dengan lauk, yang harganya juga tidak seberapa untuk dia makan? aku lupa.. dan sesal itu masih terbawa sampai hari berlalu.. inikah duniaku? inikah salah satu sisi kehidupan yang hampir tidak pernah aku perdulikan atau tidak aku perhatikan sama sekali. inikah duniaku?

(lyric from One World, sung by Chloë on Fairy Tales album)

No comments: